Selasa, 17 Januari 2017

KULINER


1. Nasi Bakar Sumsum





Nasi Bakar Sumsum, sebuah menu makanan yang terdiri dari sumsum sapi atau kerbau ini merupakan salah satu jenis kuliner makanan khas Tangerang, yang keberadaan sudah ada sejak tahun 1941 silam loh. Biasanya kebanyakan warga dalam menyantap nasi sumsum ini, lebih cocok pada waktu siang hari, karena suasana yang terik di rasa pas untuk melahap makanan ini.
Dalam proses pengolahannya tergolong unik, nasi sumsum dibungkus dengan menggunakan daun pisang yang terlihat seperti lontong atau lemper yang berukuran panjang. Bahkan saat disajikan warna nasinya nampak berbentuk kemerah-kemerahan seperti halnya nasi goreng. Lalu nasi yang telah matang kemudian dicampur dengan berbagai macam rempah dengan cara diaduk, kemudian setelah diaduk barulah sumsum ditambahkan, dan setelah itu dilakukan proses pembakaran sampai matang hingga merata, proses pembakaran nasi sendiri bertujuan untuk mengaslikan aroma serta cita rasa khas yang dipercaya dapat membangkitkan vitalitas juga loh.
Selain rasanya orisinal, dalam menyantapnya bisa pula dengan ditambah lauk pelengkap, seperti otak-otak ikan, sate kerbau, dan sate sapi. Dijamin makanan ini memiliki cita rasa yang sangat gurih dan lezat. Namun sayangnya keberadaan nasi sumsum kini kian langka di Tangerang, tetapi masih juga bisa ditemui dibeberapa warung makan yang masih mempertahan warisan dari nenek moyang. Untuk kamu, bagi yang penasaran, yuk jelajahi makanan yang satu ini. Jangan sampai kekayaan kuliner bangsa kita terggerus dengan kuliner bangsa asing yang semakin berjamur di tanah air

2. Sayur Besan
Makanan khas Tangerang yang selanjutnya adalah sayur besan. Jika diperhatikan secara seksama, selain namanya yang unik, kuliner yang satu ini juga memiliki asal usul yang unik pula nih, sehingga dinamakanlah sayur besan. Jika menelisik mengenai sejarahnya, kuliner ini sudah ada sejak abad ke-17 loh, hal ini dikarenakan banyaknya kebun tebu di daerah kawasan Batavia dan Tangerang ketika itu. Terlebih Biasanya makanan ini selalu dihidangkan pada saat acara perkawinan atau dalam istilah di masyarakat kita dikenal dengan sebutan nge-besan.
Makanan ini memiliki cita rasa yang gurih, dalam proses pembuatannya, berasal dari berbagai bahan-bahan seperti kentang, santan, telur dan terubuk (Telur tebu), dengan tambahan ubi petai dan kacang panjang. Kuliner yang satu ini sudah tidak asing lagi bagi warga Betawi dan warga Tangerang selatan yang kebanyakan menyukai kelezatannya. Namun seiring berjalannya waktu, keberadaan sayur besan semakin sulit ditemukan, karena sulitnya memperoleh bahan-bahan utama, yakni telur tebu atau terubuk, ditambah dengan harganya yang semakin mahal dan langka. Namun, jangan khawatir, karena masih ada yang menjajakan makanan ini, dan masih bisa kamu dapatkan. Yakni salah satunya terdapat di warung makan Mpo Iyoh, yang terletak di Jalan Ir. H. Juanda, Ciputat Timur. Kota Tangerang Selatan. Banten. Harganya pun relatif murah, cukup dengan merogoh kocek sebesar Rp. 8.000,” kamu sudah bisa merasakan kelezatan sayur besan khas Tangerang ini. 

3. Garang Asem
Sekilas namanya terlihat garang, tetapi untuk kuliner yang satu ini, dijamin dapat pula menggugah selera lidah kamu agar lebih garang juga loh. Yap. Garang asem, adalah salah satu menu yang dimasak dengan cara dikukus. Namun sebelumnya dibungkus terlebih dahulu dengan menggunakan daun pisang. Garang asem merupakan menu makanan khas Tangerang yang memiliki keunikan tersediri. karena varian rasa yang didapat ketika mencicipi makanan ini di dominasi oleh rasa asam dan pedas.
Makanan tradisional ini terbuat dari ayam yang sudah dipotong-potong menjadi bagian-bagian kecil, seperti dada, sayap, dan kepala. Potongan cabai dan belimbing sayur adalah bahan sumber rasa asam. Belimbing sayur juga dikenal dengan manfaat yang baik sebagai bahan makanan. Selain mendapatkan manfaatnya, kuliner yang satu ini pun biasa disajikan dengan lauk pendamping, yang terdiri dari bumbu-bumbu bahan makanan, yakni antara lain ayam kampung, cabai rawit merah dan hijau, tomat hijau muda.
Dan kebanyakan dalam sajiannya menggunakan ayam kampung, karena ayam kampung akan terasa lebih lembut dan empuk dibanding ayam yang lain. Setelah itu dibungkus dengan daun pisang, diberi bumbu dan air secukupnya, dan dikukus selama kurang lebih 45 menit. Agar garang asem tidak bocor, biasanya daun pisang dilapisi dengan plastik agar tahan hawa panas di dalamnya. Untuk kuliner yang satu ini, cukup banyak tempat yang masih menjual garang asem ini nih, seperti salah satunya terdapat di Jalan Perintis Kemerdekaan 1, Cikokol (bertepatan di belakang Tangerang City Mall), Kota Tangerang. Banten.

4. Pecak Gabus


“Pecak gabus” merupakan sebuah masakan yang memang berbahan dasar ikan gabus. Salah satu makanan khas Tangerang ini memiliki cita rasa yang pedas dan gurih. Jika melihat dari sejarahnya, Pecak gabus merupakan kuliner yang sudah ada dan diwariskan oleh orang Betawi, dan keberadaannya telah lama populer di Tangerang yang dahulu tinggal di kawasan dataran rendah berawa dan bermuara sungai, atau sekarang biasa dikenal sebagai daerah sungai Cisadane yang terletak di Kota Tangerang. Banten.
Dalam proses pembuatannya, dengan menggunakan Bahan dasar dari bumbu-bumbu yang terdiri dari daun lengkuas, asam jawa, salam, kunyit, jeruk, jahe, lengkuas, bawang dan cabai yang kemudian dibakar. Menu kuliner yang satu ini dijamin sangat memanjakan selera makan kamu dalam melahapnya, karena isi daging ikan gabusnya yang begitu gurih dan tidak meninggalkan bau amis sedikit pun.
Kuahnya juga dihasilkan dari rebusan rempah dengan warna bening. Dan saat dicicipi, bumbunya juga terasa pedas, sehingga membuat siapapun yang menyantapnya, akan merasakan rasa segar dan sensasi yang berbeda di lidah. untuk menemui masakan yang satu ini, kamu bisa langsung kunjungi, tepatnya berada di salah satu rumah makan yang terletak di Jalan Aria Jaya Sentika, Kampung Sumur Pacing, Karawaci, Kota Tangerang. Banten. 

5. Dodol Cilenggang `






Ternyata Tangerang selatan juga mempunyai dodol yang kental akan ciri khasnya, yakni dodol cilenggang. Cemilan khas Betawi ini terbuat dari bahan tunggal, yakni beras ketan. Menariknya, dodol asli Cilenggang ini, mempunyai ciri khas yang berbeda dari dodol kebanyakan di pasaran. Bahkan bisa bertahan sampai 3 bulan lamanya loh. Mengenai harganya relatif terjangkau, yang berkisar mulai dari Rp.28.000,”- Rp.30.000,” per-kilogramnya.
Bahkan makanan ini sudah menjadi menu utama, khususnya bagi warga Cilenggang dan warga Tangerang Selatan pada umumnya. Karena keberadaannya banyak diproduksi secara rumahan. Sehingga mudah dijumpai. Nah, untuk itu, bagi kamu, jika ingin merasakan nikmatnya sajian dodol ini, bisa langsung mengunjungi ke rumah Dodol Mugi Jaya (DMJ) yang terletak di Jalan Cilenggang 1 Pelayangan, RT 04 RW 02, Kelurahan Cilenggang, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan. Banten. TNGers, bagi yang menyukai jenis makanan ini, yuk nikmati sajian khasnya, yang dijamin kamu bakalan ketagihan untuk mencicipinya kembali.



6. Laksa 


Laksa Tangerang berbeda loh dengan laksa – laksa lainnya. Laksa disini bahan utamanya adalah semacam bihun tapi tebalnya seperti spaghetti dan terbuat dari beras. Kemudian bahan-bahan ini disiram dengan kuah Laksa yang dimasak dari kacang ijo, kentang, santan dan kaldu ayam. Selain itu disediakan juga tambahan daging ayam kampung atau telor. Sebelum disajikan masakan ini diberi taburan daun kucai yang dirajang kecil-kecil.Terdapat dua macam jenis Taksa Tangerang yaitu Laksa Nyai dan Laksa Nyonya. Laksa Nyai dibuat oleh kaum pribumi Tangerang sedangkan Laksa Nyonya dibuat oleh kaum peranakan Cina di Tangerang.
Tidak lengkap rasanya jika TNGers belum mengetahui sejarah makanan khas Tangerang yang satu ini. Laksa Tangerang telah berkembang sejak ratusan tahun lalu. Laksa di tahun 1970-an dijajakan banyak pedagang keliling di Tangerang, dengan teriakan, “laksa… laksa…” oleh pedagang yang keliling kampung. Namun seiring perkembangan zaman, Laksa mulai tergeser jenis makanan lain yang cepat dimasak, cepat dijual, dan mungkin lebih murah. Sehingga 20 tahun lalu makanan Laksa agak menghilang.

Nah, namun di tahun 2000, makanan ini kembali muncul di banyak tempat, apalagi keberadaan mereka pun ternyata mendapat tempat di hati banyak masyarakat dan didukung oleh Pemkot. Kini pedagang Laksa secara permanen dapat ditemui berjajar di Jalan Muhammad Yamin, depan Lembaga Pemasyarakatan Wanita Kota Tangerang. Bahkan tak sedikit pula yang berkeliling kampung. Begitulah TNGers sejarah singkatnya makanan Laksa yang menjadi makanan khas Tangerang.

7. Es podeng 


Es Podeng, mendengar namanya saja pasti pecinta kuliner ini sudah sangat mengenalnya. Di area Pasar Lama Kota Tangerang, ternyata ada Es Podeng yang sudah sangat melegenda.Silahkan tanya sama petugas parkir, atau pun tukang becak di sana, pasti akan menunjuk pada Es Podeng DP. Varia.
Setelah ditelusuri, ternyata, maksudnya penjual yang membuka lapaknya di depan toko kosmetik Varia, Pasar Lama. Sang penjual adalah Danang (35), dia mengaku sudah dari tahun 1990an berjualan di sana. "Udah lama banget ya, dari tahun 90an lah," akunya.
Selama lebih dari 20 tahun Danang berjualan, dia mengaku tetap mempertahankan resep Es Podeng nya. "Enggak ada yang spesial sebenernya, hanya tetap konsisten mempertahankan rasa dan kualitas bahan bakunya saja," ungkap Danang. Saat ada yang memesan, Danang yang mempekerjakan sekitar tiga orang itu, dengan cekatan memasukan es yang terbuat dari bahan baku santan dan kelapa ke dalam gelas plastik. Di dalamnya sudah dicampurkan potongan roti tawar, pacar cina, dan tape singkong. Sebagai topping, di atasnya juga diberikan susu cair cokelat. Seharinya, Danang mengaku bisa menjual minimal seratus gelas. Bahkan bisa lebih jika dimusim panas ataupun akhir pekan. 

Untuk mendapatkan Es Podeng yang sudah sangat terkenal ini, dan menikmatinya pada siang hari setelah cukup berkeringat berkeliling mencari kebutuhan di kawasan Pasar Lama, anda bisa menikmati Es Podeng ini dengan hanya cukup merogoh uang Rp.7 ribu saja



8. Nasi Jagal















Salah satu kuliner khas Tangerang adalah Nasi Jagal. Hem Nasi Jagal, mungkin terdengar aneh dan menyeramkan bagi orang yang belum mengenal jenis makanan ini. Yang pasti, di balik namanya yang menyeramkan, tersimpan kelezatan yang tak dapat ditemui di jenis makanan lainnya.
Nasi Jagal Tangerang ini salah satunya berada di kawasan Rumah Potong Hewan Kota Tangerang di Jl. Bayur, Kelurahan Koang Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang. Setidaknya ada lima warung yang letaknya berdekatan dan buka 24 jam. Kesemuanya menawarkan menu yang sama, yaitu Nasi Jagal. Ada Nasi Jagal berisi nasi dilengkapi dengan lauk daging masak kecap. Ada pula Nasi Goreng Jagal yang nasinya digoreng bersama daging masak kecap dan ditaburi bawang goreng.
Nasi Jagal ini terdiri dari sepiring nasi putih yang dibagian piring itu terdapat sepuluh potongan daging sapi yang berkuah kental kecap dipadu bumbu-bumbu. Untuk dagingnya sendiri digunakan bagian daging sapi yang lembut, semisal bagian kepala, bagian gajih, dan jeroan. Daging sapi nya sedikit berlapis lemak dan dicampur menjadi satu dengan racikan bumbu khas dari Madura yang terkenal akan kelezatannya. Sementara rasa pedas, diambil dari sambal goreng yang ditambah sehingga menambah nikmat makanan ini.

Nasi Jagal juga bisa ditambahkan sambal goreng yang pedas menggigit dan bikin ketagihan. Dibuat dari cabai rawit merah yang dihaluskan dengan bawang merah dan ditumis dengan minyak. Kalau ingin lebih komplit bisa ditambah dengan lauk lain yang tersedia. Kerupuk udang, emping, tahu goreng dan tempe goreng. Untuk dapat menikmati sepiring nasi jagal hanya dikenakan biaya Rp. 10.000 (harga dapat berubah sewaktu-waktu). Harga yang sama juga dikenakan untuk Nasi Goreng Jagal, yang juga dijual dan terkenal akan keunikan rasanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar